Grup WA keluarga langsung heboh.
Timeline penuh screenshot grafik.
Dan kamu? Bingung! “Ini beli sekarang apa nunggu besok ya?”
Sekarang beli emas gampang banget.
Tinggal buka aplikasi, klik beli, tutup aplikasi, lanjut rebahan.
Tapi ada satu pertanyaan penting yang jarang ikut diklik:
“Ini akadnya udah bener belum?”
“Emas dengan emas, perak dengan perak, harus sama nilainya dan tunai. Barang siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba.”
(HR. Muslim)
Jadi prinsip dasarnya
Harus tunai (taqabudh)
Serah terima dilakukan di waktu yang sama.
Tidak boleh ada penundaan
Tidak boleh: bayar sekarang, emasnya nanti.
Jelas barang dan harganya
Tidak boleh gharar (ketidakjelasan).
Dan, harta bukan cuma soal berapa banyak, tapi bagaimana cara mendapatkannya.
Investasi boleh.
Lindungi nilai kekayaan itu perlu.
Tapi jangan sampai niat baik dirusak oleh cara yang keliru. oke?
| Ukuran (gr) | Harga Jual |
|---|---|
| 0,5 | Rp 1.763.840 |
| 1 | Rp 3.252.565 |
| 2 | Rp 6.403.950 |
| 3 | Rp 9.299.664 |
| 5 | Rp 14.852.600 |
| 10 | Rp 28.932.700 |
| 25 | Rp 71.353.250 |
| 50 | Rp 142.308.750 |
| 100 | Rp 283.515.000 |
Disclaimer:
Emas bisa melindungi kekayaan.
Syariah melindungi hati dan kehidupan.
Kalau bisa dapat dua-duanya, kenapa harus pilih salah satu?
Mari lebih sadar, lebih paham, dan lebih bertanggung jawab dalam bertransaksi emas— bukan cuma halal di niat, tapi juga halal di praktik.